Mesin Press

Mesin Press - Mesin pres adalah mesin yang dipakai untuk memproduksi barang-barang sheet metal menggunakan satu atau beberapa press dies dengan meletakkan sheet metal diantara upper dies dan lower dies. Mesin press dan system mekanismenya akan menggerakkan slide (ram) yang diteruskan ke press dies dan mendorong sheet metal sehingga dapat memotong (cutting) serta membentuk (forming) sheet metal  tersebut sesuai dengan fungsi press dies yang digunakan. Ketelitian dari produk yang dihasilkan akan sangat tergantung pada kualitas dari press dies dan sheet metal, tetapi kecepatan produksi tergantung pada kecepatan turun naik dari slide (ram) dari mesin press atau sering disebut SPM stroke per minute.

Prinsip Kerja Mesin Press

Kinerja Mesin Press diukur dari berbagai factor, yang pilihanya tergantung pada kebutuhan industry yang akan menggunakanya dengan penekanan pada tujuan yang berbeda. Untuk membuat produk dengan ukuran dan proses tertentu diperlukan pilihan kapasitas mesin dan ukuran dari slide dan bolster mesin untuk mengikat cetakan (press dies) ukuran tertentu, SPM atau stroke per minute. Kemudahan, dalam pengoprasian mesin, ketelitian pembentukan, kecepatan untuk mengganti cetakan, bagi operator, suara dan getaran mesin, luasnya area yang dibutuhkan , kemudahan untuk perawatan, dan tentu saja harganya harus kompetitif. Untuk membuat produk dengan proses drawing diperlukan Mesin Press hidrolik, namun saat ini sudah tersedia Mesin Press mekanik yang dapat dipakai untuk proses drawing. Untuk produksi tinggi sudah tersedia mesin press dengan SPM lebih dari 1500 dengan control CNC.

Jenis - Jenis Mesin Press

Jenis jenis mesin press yang digunakan pada industry dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis tenaga penggerak dari slide, yaitu mesin press mekanik (mechanical press) dan Mesin Press hidrolik (hydraulic press). Mesin Press dapat diklasifikasikan juga berdasarkan mekanisme yang digunakan untuk mengoprasikan cetakan, yaitu crank press, knuckle press, friction press, screw press, dan link press. Sedangkan berdasarkan jumlah gerakan slide mesin (number of action), mesin press dapat diklasifikasikan sebagai single action, double action, dan triple action. Kemudian jenis-jenis Mesin Press dapat juga diklasifikasikan berdasarkan arah dari gerakan dari cetakan (die operation direction), yaitu vertical, horizontal, dan oblique.

 

Alat PEndukung Mesin Press Antara Lain :

a. Dies

Adalah suatu cetakan yang digerakan oleh Mesin Press untuk menekan atau mengepress bahan / material untuk menghasilkan barang yang sesuai dengan contoh.
Proses pembengkokan dan pemotongan pada Mesin Press haruslah sesuai dengan standar yang ada di perusahan. Begitu juga pada saat pemasangan Dies itu sendiri. Adapun langkah-langkah dalam pemasangan Dies adalah sebagai berikut

  1. Masukan Dies dari roller “dies in”, pastikan kalau selector switch dalam keadaan mati “OFF’.
  2. Sesuaikan tinggi stroke terhadap dies, pasang safety block
  3. memasang safety block diatas die, hal ini dilakukan untuk menjaga error pada mesin.
  4. Memasang dan mengencangkan baut atas dan bawah kemudian menaikannya ke 0 derajat atau titik mati atas.
  5. Melakukan putaran bebas satu sampai tiga kali, disini tidak boleh ada post guide yang beradu.
  6. Melakukan produksi percobaan, setelah diperiksa hasilnya bagus maka dies siap untuk memproduksi.

Cetakan atau dies dapat digolongkan baik menurut jenis spesifikasi operasi Mesin Press maupun menurut jenis cetakannya. Penggolongan sederhana yang mencakup jenis cetakan dari dies itu sendiri adalah sebagai berikut:

PROSES PEMBENTUKAN

Proses pembentukan adalah proses dimana logam ditekan dengan tekanan yang besar sampai dengan batas kemampuan parts tersebut berubah bentuk seperti yang diinginkan. Dies dapat dikelompokan lagi menjadi :

a. Draw Yaitu suatu proses pembentukan material. Draw ini merupakan proses awal pada mesin press / stamping sebelum di lanjutkan ke proses-proses berikutnya. Untuk proses draw ini bisa dilakukan untuk 2 kali proses.

b. Bending  Yaitu suatu proses penekukan part yang hanya dilakukan satu kali per stroke.

c. Flange Yaitu sutu proses penekukan material yang lebih dari satu pada setiap strokenya.

d. Curling Yaitu suatu proses pembentukan diameter.

e. Burring Yaitu suatu proses penekukan keliling pada bagian dalam lubang.

f. Stamp Proses yang dilakukan dalam stamp ini sama dengan Draw tetapi dalam stamp sendiri tidak menggunakn cushion.

g. Bulge Yaitu suatu proses pembesaran dari diameter pipa.

PROSES PEMOTONGAN

Proses pemotongan adalah proses dimana material di potong sesuai dengan ukuran yang diinginkan agar material tersebut dapat dikerjakan kedalam proses berikutnya. Proses pemotongan ini dikelompokan lagi menjadi :

a. Cutting Yaitu suatu proses pemotongan material yang masih berbentuk lembaran (blank material)
b. Trim Yaitu sutu proses pemotongan material pada bagian tepi. Biasanya proses ini adalah lanjuyan dari proses sebelumnya seperti draw, stamp dan sebagainya.

c. Pierce Yaitu suatu proses pembuatan lubang pada material.

d. Cam Trim / Pierce Sama seperti proses pierce tetapi pada proses ini pembuatan lubang yang di lakukan dari stamping material.

e. Separate Yaitu suatu proses pemotongan pelat menjadi 2 bagian.

f. Slit Yaitu suatu proses penyobekan sebagian material.

g. Nocthing Yaitu suatu proses pemotongan sebagian material atau sebuah coakan kecil.

Perbedaan Mesin Press Mekanik dan Hidrolik

Perbedaan utama antara mesin press mekanik dan hidrolik terletak pada mekanisme penggerak turun-naik dari slide (ram) Mesin Press tersebut. Gerakan turun-naik dari slide (ram) Mesin Press mekanik dengan mekanisme crank shaft, eccentric shaft, cam, dan knuckle. Sedangkan gerakan turun-naik slide (ram) Mesin Press hidrolik digerakkan langsung oleh gerakan piston silinder dari system hidrolik.

Mekanisme Penggerakan Slide

Terdapat berbagai jenis mekanisme penggerak slide Mesin Press mekanik. Untuk setiap jenis mekanisme penggerak slide mesin, tentu saja akan sangat mempengaruhi kemampuan pembentukan dan pemotongan, gerakan dari slide, serta karakteristik penggunaan dari Mesin Press.

a. Crank press
Crank press adalah Mesin Press yang mekanisme penggerak dari slide-nya menggunakan crankshaft atau eccentric shaft. Mekanisme penggerak dengan sangat umum dipakai karena proses manufakturnya relative mudah dan titik bawah dapat ditentukan secara tepat.

b. Knuckle press
Knuckle press adalah Mesin Press yang mekanisme penggerak dari slide menggunakan mekanisme knuckle. Dibandingkan dengan crank press, kecepatan dari gerakan slide-nya lebih rendah, namun titik mati bawah (TMB) dapat ditentukan dengan tepat seperti crank press.

c. Friction press
Friction press adalah Mesin Press yang mekanisme penggerak dari slide menggunakan screw. Agar dapat menahan beban yang besar, maka digunakan ulir trapezium. Mesin ini dioperasikan dengan cara memutar piringan yang terhubung dengan mekanisme penggerak.

d. Screw press
Screw press adalah Mesin Press yang mekanisme penggeraknya adalah roda gigi cacing yang menggerakan cacing sebagai bagian dari slide mesin. Mesin tipe ini kurang efektif untuk produksi masal.

e. Rack press
Rack press adalah Mesin Press yang mekanisme penggeraknya adalah rodagigi (pinion) yang menggerakkan bagian dari slide yang menyatu dengan rack. Mesin jenis ini kurang efektif untuk kebutuhan produksi masal.

f. Link press
Link press adalah Mesin Press yang mekanisme penggeraknya menggunakan berbagai link (penghubung) untuk mengurangi cycle time pada proses drawing sehingga dapat mempertahankan kecepatan produksi

g. Cam press
adalah Mesin Press yang mekanisme penggeraknya menggunakan cam. Mesin tipe ini bisa menggunakan satu cam saja atau banyak cam yang setiap cam bekerja secara individual. Panjang stroke dari cam dan press terbatas dan kapasitas mesinnya kecil.

Hal-hal yang perlu di perhatikan saat pengoperasin Mesin Press.
 
Sebelum kita melakukan pengoperasian Mesin Press, kita diharuskan untuk melakukan pengecekan-pengecekan agar operasi Mesin Press berjalan dengan lancer. Adapun pengecekan yang dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Memompa grease handpump sebanyak tiga sampai empat kali, grease ini tidak boleh kosong karena berfungsi untuk melumasi bagian-bagian mesin.
  2. Sebelum menghidupkan main motor, selector switch harus dalam posisi off, kemudian pada indicator harus pada posisi titik mati atas.
  3. Pengecekan pada portable switch, pada pengecekan ini selector switch pada posisi inch dan gerak stroke harus sampai titik mati atas.
  4. Atur tekanan “pressaure gauge” untuk air balancer.
  5. Slide adjust meter tidak boleh melewati batas atas dan batas bawah.

 

 

Jadwal dan Daftar Harga Pelatihan/Training.

Utk Informasi Lebih Lanjut atau ada yang mau di Tanyakan Silahkan Hubungi ke Customer Service kami, dengan Click Contact US. atau Silahkan Chat Kami dengan Live Chat KDJ yg ada di bawah Page, atau Chat via WA kami Click. 

 

Ingin Gabung Bisnis Waralaba Automotive Services atau Daftar Riksa Uji?